Bahasa adalah salah
satu faktor yang membedakan manusia dan hewan. Beberapa ahli mengemukaan
pendapat tentang kepemilikan manusia dalam bahasa. Berdasarkan penelitian
menunjukkan bahwa semua spesies hewan dapat berkomunikasi satu sama lain
menggunakaan media lain selain bahasa. Hewan tidak memiliki kemampuan bahasa
sebagai media berkomunikasi sebagaimana manusia. Namun hewan punya cara lain untuk
menyampaikan pesan kesesamanya, diaman penggunaa bahasa tubuh adalah faktor
paling penting.
Penelitian para ahli tentang kemampuan
berbahasa pada hewan seperti simpanse maupun gorila juga tidak membawa hasil
yang signifikan. Para peneliti menjelaskan bahwa simpanse memahami bahasa
tubuh, namun tidak memiliki kemampuan untuk mengekspresikan suara. Berdasarkan
asumsi tersebut mereka menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi dengan
hewan. Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa simpanse dan gorila dapat
memahami ratusan kosakata dengan menggunakan bahasa isyarat (Hayes, 1951;
Linden, 1974; Patterson, 1978; dalam Biggs, 1985). Simpanse dan gorila selain
dapat mengkomunikasikan kebutuhannya seperti makan dan minum, juga dapat
menghubungkan alasan terjadinya perilaku tertentu dan memahami kejadian yang
telah lalu dan yang sesudahnya. Penelitian terhadap bahasa yang digunakan
antarsimpanse tidak membawa hasil sebaik yang dilakukan oleh manusia melalui
bahasa isyarat. Dalam penelitian tersebut tidak ada simpanse yang dapat
memahami lebih dari seratus kosakata. Terrace (dalam Dworetzky, 1984) mengadakan
penelitian terhadap beberapa simpanse dan membuktikan bahwa simpanse-simpanse
tersebut dapat memahami banyak kosakata, namun mereka tidak dapat menghasilkan
kalimat-kalimat yang orisinil. Berdasarkan beberapa penelitian tersebut
diasumsikan bahwa bahasa adalah alat komunikasi sosial bagi ras manusia bukan
spesies lain.
Sumber Internet
http://akukarnoto.blogspot.co.id/2013/10/kepemilikan-bahasa-dan-manusia.html




0 komentar:
Posting Komentar