S Pink Premium Pointer

Jumat, 10 Maret 2017

Cinta Bahasa Indonesia

      A.    Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Internasional
Kita tahu bahwa bahasa internasional yang saat ini digunakan adalah bahasa Inggris, dari semua penjuru dunia semua memakai bahasa inggris untuk berkomunikasi antar negara. Bahasa inggris telah diakui oleh dunia sebagai bahasa internasional, siapapun yang ingin mengikuti arus global harus menguasai bahasa inggris.Namun, bahasa Indonesia saat ini juga menjadi dipertimbangkan dunia. Bukan semata karena Indonesia menjadi negara yang berpotensi menjadi pasar, namun juga sebagai negara yang mulai merangkak naik untuk berperan pada dinamikan internasional. Wajar bila kemudian muncul wacana bahwa bahasa Indonesia layak untuk menjadi bahasa Internasional. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud mengatakan, tujuan pemerintah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional didukung fakta bahwa banyak bangsa lain yang berminat mempelajari Bahasa Indonesia.  Yang menjadi pertanyaan kenapa tidak bahasa Indonesia yang menjadi bahasa internasional? Apakah bahasa Indonesia tidak memenuhi standar bahasa internasional?

Latar belakang 
      Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang ditangguhkan pada Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan. Dengan demikian, bahasa Indonesia menjadi alat perhubungan dan pemersatu bangsa, juga sebagai lambang kebanggaan dan identitas bangsa Indonesia. Sehingga bahasa Indonesia menjadi bahan ajar wajib bagi sitem pendidikan di Indonesia. Namun pada kenyataannya, para pelajar Indonesia cenderung lebih menyukai bahasa asing ketimbang bahasa Indonesia karena bahasa Indonesia dinilai kuno dan sulit dipelajari. Sebuah tren penggunaan bahasa daerah dikalahkan oleh bahasa Indonesia dan penggunaan bahasa Indonesia dikalahkan oleh bahasa asing. Orang banyak berpikir bahwa menggunakan bahasa asing yaitu bahasa inggris menunjukan gengsi sosial yang tinggi dan dianggap orang berpendidikan. Teori ini sebenarnya salah, dan tren ini dapat dilihat dengan berkembangnya sekolah-sekolah berstandar internasioanal yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya. Berkembangnya budaya luar yang masuk ke Indonesia juga merupakan salah satu faktor bahasa Indonesia mulai kurang dicintai oleh masyarakatnya sendiri. Contohnya berkembangnya k-pop dari Korea dan manga dari Jepang di Indonesia, membuat masyarakat Indonesia lebih antusias untuk mempelajari ragam bahasa dan budayanya. Inilah keadaan dimana bahasa Indonesia mulai diragukan dan ditinggalkan oleh masyarakatnya. 
      Kemudian, kualitas SDM Indonesia. Dengan rendah nya kualitas SDM indonesia menyebabkan susahnya mengembangkan bahasa Indonesia. Dalam penggunaan bahasa banyak orang Indonesia yang belum mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal ini akan menghambat pengakuan bahasa Indonesia sebagai bahasa Internasional. Dikutip dari kompasiana pada pelaksanaan ujian nasional SMP/SMA, kegagalan ujian bahasa Indonesia mencapai 30 persen. Sebaliknya, kegagalan di ujian bahasa Inggris berkisar 5 persen. Bagaimana mungkin sebuah bahasa dijadikan bahasa dunia tapi penutur aslinya tidak menguasai. 
      Yang seharusnya dipahami dari keberadaan suatu bahasa adalah bagaimana penggunanya bangga dengan bahasa dan budaya mereka sendiri. Bahasa adalah ciri khas dan identitas suatu bangsa penggunanya. Kalau tidak dari kita bangsa Indonesia yang memperkenalkan, siapa lagi?

      Belakangan ini banyak sekali ditemukan bahasa-bahasa baru yang muncul dari remaja-remaja Indonesia dalam berbahasa Indonesia yang terkadang tidak ada dalam aturan berbahasa yang baik, atau pada masa kini sering juga disebut dengan bahasa gaul, seperti bahasa sms, bahasa facebook, bahasa twitter, dan media sosial lainnya. Hal ini menjadi salah satu dari kelemahan bahasa Indonesia saat ini. Selain itu masih banyak lagi kelemahan bahasa Indonesia diantaranya :
1)   Banyaknya aturan-aturan dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar Baik dalam berbicara maupun dalam penulisannya. Misalnya dalam bahasa Indonesia kita mengenal adanya EYD (Ejaan Yang disempurnakan), penulisan katadan kalimat baku, penggunaan kalimat majemuk dan  sebagainya.
2)   Adanya ungkapan-ungkapan yang sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Sehingga kita harus memahami beberpa arti ungkapan tersebut contohnya meja hijau yang berarti tempat sidang atau tangan kanan yang berarti orang kepercayaan dan sebagainya.
3)    Sulit dipromosikan dalam dunia internasional karena kita masih tertinggal dalam bidang teknologi dan ekonomi diman dua hal tersebut merupakan salah satu kriteria yang digunakan untuk menilai kelayakan suatu  bahasa yang digunakan sebagai bahasa internasional.
4)    Selain itu Orang Indonesia yang masih belum merasa bangga untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-harinya dan justru lebih bangga untuk menggunakan bahasa asing, membuat bahasa Indonesia masih kalah jauh dari bahasa lainnya.

      Bahasa Indonesia sering diremehkan oleh masyarakat karena dianggap kuno dan terlalu resmi. Namun pada kenyataannya Bahasa Indonesia yang kita gunakan sehari-hari memiliki banyak kelebihan dibandingkan bahasa lainnya didunia. Kelebihan itu diantaranya :
1)     Bahasa Indonesia merupakan salah satu bahasa yang dalam pengucapannya sesuai dengan abjadnya (misal kata "aku", tetap dibaca "aku”.
2)  Penulisan bahasa Indonesia menggunakan huruf latin yang sudah digunakan secara internasional tidak seperti bahasa Jepang yang menggunakan huruf kanji sehingga sulit dipelajari bagi orang asing.
3)   Struktur Bahasa Indonesia tidak mengenal aturan waktu dan jenis kelamin. Contohnya dalam Bahasa Inggris yang menggunakan aturan waktu dan Bahasa Perancis yang mengenal istilah feminim dan maskulin.
4)   Salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia mengingat negara Indonesia memiliki jumlah penduduk paling banyak ke-4  didunia.
5)  Dijadikan Bahasa Resmi Ke-2 di Vietnam oleh pemerintah karena melihat adanya keperluan untuk mempelajari Bahasa Indonesia, mengingat kemungkinan meningkatnya hubungan bilateral kedua negara di masa depan.
6)     Bahasa Indonesia telah dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia. Hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Beberapa diantaranya:
a)   Pemerintah Australia telah menetapkan bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran dalam kurikulum sekolah mereka yang di implementasikan oleh kurang lebih di lima ratus sekolah.
b)   Di Amerika Serikat, para pendidik juga mulai mengajarkan bahasa Indonesia dalam kurukulum sekolah mereka.
c)    Di Mesir telah didirikan Pusat Studi Indonesia di Suez Canal University. Lembaga ini bertujuan mengetahi lebih dalam tentang Indonesia dari semua aspek.
d)    Universita Sofia, Bulgaria, mendirikan Indonesia Corner yang berfungsi sebagai wadah “belanja” pengetahuan sekaligus membina persahabatan dengan Indonesia.
e)   Hingga saat ini, tercatat ada beberapa perguruan tinggi di Jepang yang membuka jurusan bahasa Indonesia, antara lain Uiversitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Sango Kyoto, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, dan Universitas Setsunan.


B.     Pemakaian Bahasa Indonesia di Daerah 3T 4P
Mereka hidup dengan keterbatasan karena mereka tinggal di daerah perbatasan dan terpencil. Ketidaktersediaan SDM guru yang kurang memadai dan bukan hal asing mereka mengajar beberapa kelas, belum lagi fasilitas yang jauh dari cukup. Untuk mencerdaskan generasi mahal sekali bagi guru-guru di daerah 3T 4P, jangan heran kalau mereka tidak bisa berbahasa Indonesia karena mereka tidak pernah tersentuh untuk belajar bahasa Indonesia dan karena masyarakat di daerah 3t 4p lebih sering berinteraksi dengan negara tetangga. Bahasa Indonesia telah banyak tercampur dengan bahasa negara tetangga di daerah-daerah perbatasan.



      C.    Apakah Saya Cinta Bahasa Indonesia?
Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa. Menggunakan bahasa Indonesia berarti memiliki jiwa nasionalisme yang tingggi kepada NKRI melalui bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia harus dilakukan gerakan secara nasional karena dengan bahasa Indonesia telah memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Hal ini selaras dengan salah satu butir isi sumpah pemuda 1928 “…kami putra dan putri Indonesia, berbahasa satu bahasa Indonesia”.
Kita sebagai warga negara Indonesia harus cinta kepada bahasa Indonesia. Cinta terhadap bahasa Indonesia artinya harus mengenal, memahami, mencintai, dan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Lalu pertanyaannya adalah apakah kamu cinta Bahasa Indonesia?
Dari saya sendiri, iya saya cinta bahasa Indonesia. Karena bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu bangsa kita, tanpa adanya  bahasa Indonesia belum tentu kita bisa memahami bahasa dari daerah lain, karena Indonesia memiliki beraneka ragam suku, bahasa dan budaya. Lalu bagaimana dengan kalian? Apakah kalian cinta dengan bahasa Indonesia?



Sumber Buku
Kosasih, Engkos. 2014. Cerdas Berbahasa Indonesia dan Bersastra Indonesia. Jakarta: Penerbit Erlangga

Sumber Internet

Kamis, 09 Maret 2017

Bahasa Baku dan Bahasa Non baku

    A.    Bahasa Baku
Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku dan kamus umum. Secara umum, fungsi bahasa baku sebagai berikut:
1.      Pemersatu,
2.      Pembawa kewibawaan,
3.      Pemberi kekhasan.
Selain digunakan dalam situasi resmi, bahasa baku juga memiliki beberapa ciri khusus. Berikut beberapa ciri khusus bahasa baku dalam bahasa Indonesia:
1.      Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah
Bahasa baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah seperti penambahan akhiran pada suatu kata, istilah atau sebutan tertentu, ataupun perubahan awalan kata.
Bahasa Baku
Bahasa Tidak Baku
Saya
Gue

2.      Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing
Jika terdapat pengaruh bahasa asing seperti penambahan kata bantu, pertukaran posisi, perbedaan makna dan sebagainya, maka bahasa tersebut merupakan bahasa tidak baku.
Bahasa Baku
Bahasa Tidak Baku
Kesempatan lain
Lain kesempatan

3.      Menggunakan imbuhan secara eksplisit
Penggunaan imbuhan secara eksplisit menampilkan makna yang sebenarnya sehingga kalimat tersebut mudah dimengerti.
Bahasa Baku
Bahasa Tidak Baku
Mama dan kakak bernyanyi bersama
Mama dan kakak nyanyi bersama

4.      Tidak mengandung arti pleonasme
Pleonasme merupakan majas yang menggunakan suatu kata atau keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan lagi karena kata tersebut sama dengan kata yang diterangkannya.
Bahasa Baku
Bahasa Tidak Baku
Maju
Maju ke depan


B.     Bahasa Non Baku
Bahasa non baku merupakan kata yang dipakai tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah       bahasa yang sudah ditetapkan. Fungsi penggunaan bahasa non baku adalah untuk mengakrabkan diri dan menciptakan kenyamanan serta kelancaran saat berkomunikasi.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan  bermunculannya kata-kata tidak baku, faktor berikut adalah:
1.      Penggunaan dari bahasa tidak baku tidak memahami bentuk dari penulisn dari kata yang di maksud.
2.      Yang memakai bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari pemakaian suatu kata.
3.      Pengguna bahasa tersebut sudah terpengaruh dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan menggunakan kata yang tidak baku.
4.      Penggunaan bahasa tersebut sudah terbiasa memakai bahasa tidak baku.

     C.    Contoh dari Bahasa Baku dan Bahasa Non Baku
No
Baku
    Non Baku
Kalimat Baku
1
Saya
    Gue
Saya membeli buku di toko buku.
2
Bertemu
    Ketemu
Santi bertemu Yogas di rumah Eno.
3
Tetapi
     Tapi
      Adik sudah minta maaf tetapi kakak masih marah.
4
Bagaimana
   Gimana
Bagaimana keadaan Andi sekarang?
5
Tidak
Gak
Kamu tidak boleh seperti itu!
6
Daripada
Dari
       Buku kakak lebih tebal daripada buku adik.
7
Film
Filem
Ros sangat suka menonton film.
8
Cabai
Cabe
Ayah menanam cabai di belakang rumah.
9
Menelpon
Nelpon
Ayah sedang menelpon Kakek.
10
Andal
Handal
Gonzales adalah pesepak bola andal.
11
Atlet
Atlit
         Rida bercita-cita ingin menjadi atlet renang.
12
Bus
Bis
Bus itu berwarna kuning
13
Lubang
Lobang
Ada lubang di jalan itu.
14
Antre
Antri
Antrean itu panjang sekali.
15
Nasihat
Nasehat
      Ibu setiap hari memberi nasihat kepada Doni.
16
Peduli
Perduli
Kita harus peduli kepada orang lain.
17
Hafal
Hapal
Didi sedang menghafal perkalian.
18
Fondasi
Pondasi
Fondasi rumah itu sangat kuat.
19
Ijazah
Ijasah
      Toni baru saja mengambil ijazah SMA miliknya.
20
Kuitansi
Kwitansi
       Ayah menyimpan banyak kuitansi di laci meja.

  

SUMBER INTERNET