S Pink Premium Pointer

Kamis, 09 Maret 2017

Bahasa Baku dan Bahasa Non baku

    A.    Bahasa Baku
Bahasa baku adalah ragam bahasa yang cara pengucapan dan penulisannya sesuai dengan kaidah-kaidah standar. Kaidah standar dapat berupa pedoman ejaan (EYD), tata bahasa baku dan kamus umum. Secara umum, fungsi bahasa baku sebagai berikut:
1.      Pemersatu,
2.      Pembawa kewibawaan,
3.      Pemberi kekhasan.
Selain digunakan dalam situasi resmi, bahasa baku juga memiliki beberapa ciri khusus. Berikut beberapa ciri khusus bahasa baku dalam bahasa Indonesia:
1.      Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah
Bahasa baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah seperti penambahan akhiran pada suatu kata, istilah atau sebutan tertentu, ataupun perubahan awalan kata.
Bahasa Baku
Bahasa Tidak Baku
Saya
Gue

2.      Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing
Jika terdapat pengaruh bahasa asing seperti penambahan kata bantu, pertukaran posisi, perbedaan makna dan sebagainya, maka bahasa tersebut merupakan bahasa tidak baku.
Bahasa Baku
Bahasa Tidak Baku
Kesempatan lain
Lain kesempatan

3.      Menggunakan imbuhan secara eksplisit
Penggunaan imbuhan secara eksplisit menampilkan makna yang sebenarnya sehingga kalimat tersebut mudah dimengerti.
Bahasa Baku
Bahasa Tidak Baku
Mama dan kakak bernyanyi bersama
Mama dan kakak nyanyi bersama

4.      Tidak mengandung arti pleonasme
Pleonasme merupakan majas yang menggunakan suatu kata atau keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan lagi karena kata tersebut sama dengan kata yang diterangkannya.
Bahasa Baku
Bahasa Tidak Baku
Maju
Maju ke depan


B.     Bahasa Non Baku
Bahasa non baku merupakan kata yang dipakai tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah       bahasa yang sudah ditetapkan. Fungsi penggunaan bahasa non baku adalah untuk mengakrabkan diri dan menciptakan kenyamanan serta kelancaran saat berkomunikasi.
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan  bermunculannya kata-kata tidak baku, faktor berikut adalah:
1.      Penggunaan dari bahasa tidak baku tidak memahami bentuk dari penulisn dari kata yang di maksud.
2.      Yang memakai bahasa tidak memperbaiki kesalahan dari pemakaian suatu kata.
3.      Pengguna bahasa tersebut sudah terpengaruh dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan menggunakan kata yang tidak baku.
4.      Penggunaan bahasa tersebut sudah terbiasa memakai bahasa tidak baku.

     C.    Contoh dari Bahasa Baku dan Bahasa Non Baku
No
Baku
    Non Baku
Kalimat Baku
1
Saya
    Gue
Saya membeli buku di toko buku.
2
Bertemu
    Ketemu
Santi bertemu Yogas di rumah Eno.
3
Tetapi
     Tapi
      Adik sudah minta maaf tetapi kakak masih marah.
4
Bagaimana
   Gimana
Bagaimana keadaan Andi sekarang?
5
Tidak
Gak
Kamu tidak boleh seperti itu!
6
Daripada
Dari
       Buku kakak lebih tebal daripada buku adik.
7
Film
Filem
Ros sangat suka menonton film.
8
Cabai
Cabe
Ayah menanam cabai di belakang rumah.
9
Menelpon
Nelpon
Ayah sedang menelpon Kakek.
10
Andal
Handal
Gonzales adalah pesepak bola andal.
11
Atlet
Atlit
         Rida bercita-cita ingin menjadi atlet renang.
12
Bus
Bis
Bus itu berwarna kuning
13
Lubang
Lobang
Ada lubang di jalan itu.
14
Antre
Antri
Antrean itu panjang sekali.
15
Nasihat
Nasehat
      Ibu setiap hari memberi nasihat kepada Doni.
16
Peduli
Perduli
Kita harus peduli kepada orang lain.
17
Hafal
Hapal
Didi sedang menghafal perkalian.
18
Fondasi
Pondasi
Fondasi rumah itu sangat kuat.
19
Ijazah
Ijasah
      Toni baru saja mengambil ijazah SMA miliknya.
20
Kuitansi
Kwitansi
       Ayah menyimpan banyak kuitansi di laci meja.

  

SUMBER INTERNET



0 komentar:

Posting Komentar