Gigipun Sensitif
Pelaku: Rani dan Shinta
Pelaku: Rani dan Shinta
Saat jam istirahat, Rani berniat mengajak Shinta makan bakso di kantin sekolah. Rani suka sekali makan bakso.
Rani : "Shinta, ayo kita makan bakso di kantin"
Shinta : "Tidak, Rani. Aku sedang tidak ingin makan bakso"
Rani : "Bilang saja kamu tidak mau temani aku" (sambil cemberut)
Shinta : "Baiklah, aku temani kamu makan bakso"
Rani tertawa senang karena keinginannya untuk makan bakso terwujud. Dua mangkok mie bakso yang masih panas dihidangkan di hadapan mereka, disusul dengan segelas teh dingin dan segelas air putih.
Setting: Kantin sekolah
Setting: Kantin sekolah
Rani : "Kamu, kok, cuma pesan air putih? Uangmu tidak cukup, ya?
Shinta : "Bukan karena tidak cukup, tapi karena Ibuku berpesan agak tidak minum minuman dingin bersamaan dengan makanan panas. Itu bisa merusak gigi. Minum air putih lebih baik karena air putih memberi kesegaran yang dibutuhkan gigi"
Rani : "Ah... Aku selalu minum air dingin setelah makan makanan panas, tapi tidak apa-apa, kok" (sambil memasukkan lagi sebuah bakso ke mulutnya)
Rani : "Aduuuuhh...." (sambil memegang pipinya)
Shinta : "Ada apa Rani?"
Rani : "Gigiku ngilu! Tadinya aku abaikan saja, tapi sekarang bertambah ngilu dan sakit"
Shinta : "Itu tandanya gigimu sensitif. Minum minuman dingin setelah makan makanan panas dapat membuat gigi ngilu, terutama pada gigi yang sensitif. Aku, kan, sudah bilang kalau itu bisa merusak gigi tapi kamu tetap ngotot"
Rani : "Memangnya gigi bisa sensitif juga?
Shinta : "Tentu saja, contohnya gigi kamu"
Rani : "Kamu ini seperti dokter saja"
Shinta : "Ibuku seorang perawat. Jadi, aku banyak mendapat informasi kesehatan dari beliau. Ibuku selalu menasihatiku agar menjauhi makanan yang tidak sehat. Tapi, kamu justru selalu menggodaku untuk mendekati makanan yg tidak sehat. Aku pun sering tergoda.
Rani tidak memedulikan omongan Shinta. Ia mencoba untuk melanjutkan makannya.
Rani : "Aduuuuhh...." (sambil memegang pipinya)
Shinta : "Ada apa Rani?"
Rani : "Gigiku ngilu! Tadinya aku abaikan saja, tapi sekarang bertambah ngilu dan sakit"
Shinta : "Itu tandanya gigimu sensitif. Minum minuman dingin setelah makan makanan panas dapat membuat gigi ngilu, terutama pada gigi yang sensitif. Aku, kan, sudah bilang kalau itu bisa merusak gigi tapi kamu tetap ngotot"
Rani : "Memangnya gigi bisa sensitif juga?
Shinta : "Tentu saja, contohnya gigi kamu"
Rani : "Kamu ini seperti dokter saja"
Shinta : "Ibuku seorang perawat. Jadi, aku banyak mendapat informasi kesehatan dari beliau. Ibuku selalu menasihatiku agar menjauhi makanan yang tidak sehat. Tapi, kamu justru selalu menggodaku untuk mendekati makanan yg tidak sehat. Aku pun sering tergoda.
Rani tidak memedulikan omongan Shinta. Ia mencoba untuk melanjutkan makannya.
Bersambung...



0 komentar:
Posting Komentar