S Pink Premium Pointer

Senin, 22 Mei 2017

Hubungan Teori Sastra dengan Kritik Sasta dan Sejarah Sastra

A.    Teori Sastra
Teori sastra menjelaskan kepada kita tentang konsep sastra sebagai salah satu disiplin ilmu humaniora yang akan mengantarkan kita ke arah pemahaman dan penikmatan fenomena yang terkandung di dalamnya. Dengan mempelajari teori sastra, kita akan memahami fenomena kehidupan manusia yang tertuang di dalam teori sastra. Sebaliknya juga, dengan memahami fenomena kehidupan manusia dalam teori sastra kita akan memahami pula teori sastra.

B.     Ruang Lingkup Ilmu Sastra
Menurut A. Teeuw, ilmu sastra meliputi ilmu teori sastra, kritik sastra, dan sejarah sastra. Ketiga disiplin ilmu tersebut saling terkait dalam pengkajian karya sastra. Teori sastra ialah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra. Teori berisi konsep/ uraian tentang hukum-hukum umum suatu objek ilmu pengetahuan dari suatu titik pandang tertentu. Suatu teori dapat dideduksi secara logis dan dicek kebenarannya (diverifikasi) atau dibantah kesahihannya pada objek atau gejala-gejala yang diamati tersebut.
Kritik sastra juga bagian dari ilmu sastra. Istilah lain yang digunakan para pengkaji sastra ialah telaah sastra, kajian sastra, analisis sastra, dan penelitian sastra. Untuk membuat suatu kritik yang baik, diperlukan kemampuan mengapresiasi sastra, pengalaman yang banyak dalam menelaah, menganalisis, mengulas karya sastra, penguasaan, dan pengalaman yang cukup dalam kehidupan yang bersifat nonliterer, serta tentunya penguasaan tentang teori sastra.
Sejarah sastra bagian dari ilmu sastra yang mempelajari perkembangan sastra dari waktu ke waktu. Di dalamnya dipelajari ciri-ciri karya sastra pada masa tertentu, para sastrawan yang mengisi arena sastra, puncak-puncak karya sastra yang menghiasi dunia sastra, serta peristiwa-peristiwa yang terjadi di seputar masalah sastra. Sebagai suatu kegiatan keilmuan sastra, seorang sejarawan sastra harus mendokumentasikan karya sastra berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada, pengaruh yang melatarbelakanginya, karakteristik isi dan tematik.

C.     Hubungan Teori Sastra dengan Kritik Sastra dan Sejarah Sastra
            Teori sastra memberikan dasar pemahaman kepada pembaca sastra, baik yang berupa berbagai konsep dasar tentang ciri-ciri, genre, sifat, funsi, konvensi, aliran, dan berbagai teori kajian sastra. Dasar pemahaman ini merupakan modal utama bagi seorang kritukus untuk mengkritik sebuah karya sastra. Kritik sastra tidak akan objektif dan maksimal, tanpa dasar teori sastra yang kuat. Untuk itu, teori sastra sangat dibutuhkan oleh seorang kritikus untuk menelaah, mengkaji, dan menilai suatu karya sastra. Hasil kajian, telaah, dan penilaian kritik sastra sangat dibutuhkan untuk penyusunan sejarah sastra. Dengan kritik sastra, dapat diketahui kecenderungan ciri estetika, intrinsik, maupun ekstrinsik dari suatu kelompok atau masa penciptaan karya sastra. Hal tersebut dijadikan dasar pengelompokan, pembabakan, atau periodisasi sejarah sastra. Demikian pila sebaliknya, hasil kajian dalam kritik sastra dan catatan sejarah sastra, dibutuhkan untuk pengembangan dan perkembangan teori sastra. Dengan demikian, antara teori sastra, kritik sastra, maupun sejarah sastra mempunyai hubungan yang erat dan saling membutuhkan.

DAFTAR PUSTAKA
Fananie, Zainuddin. (1982). Telaah Sastra. Surakarta: Muhamadiyah University Press.
Luxemburg, et.al. (1982). Pengantar Ilmu Sastra. Terjemahan Dick Hartoko. Jakarta: Gramedia.
Mido, Frans. (1982). Cerita Rekaan dan Seluk Beluknya. Ende, Flores: Nusa Indah 1994.
Semi Atar M. (1992). Anatomi Sastra. Bandung: Rosda Karya.
Sudjiman, Panuti. (1992). Memahami Cerita Rekaan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Suyitno. Sastra. (1986). Tata Nilai dan Eksegesis. Yogyakarta: Hanindita.
Tarigan Guntur H. (1986). Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa.
Tjahjono Libertus, T. (1986). Sastra Indonesia: Pengantar Teori dan Apresiasi. Ende, Flores: Nusa Indah.

Wellek & Warren A. (1986). Teori Kesusastraan (Diindonesiakan Melami Budianta).

0 komentar:

Posting Komentar