S Pink Premium Pointer

Rabu, 31 Mei 2017

Hakikat Sastra Anak

A. Pengertian Sastra Anak
     Sastra anak-anak merupakan  karya  yang dari segi bahasa  memiliki nilai estetis dan dari segi isi mengandung nilai-nilai yang dapat memperkaya pengalaman  ruhani bagi kalangan anak-anak. Sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu anak yang berusia antara 3-12 tahun. (Puryanto, 2008 : 2). Dan Pramuki  (2000) mengungkapkan bahwa  sastra anak-anak  adalah karya  sastra (prosa, puisi, drama) yang isinya mengenai anak-anak; sesuai kehidupan, kesenangan,  sifat-sifat, dan perkembangan anak-anak.
     Jadi dapat disimpulkan bahwa sastra anak adalah karya sastra yang didalamnya berisi nilai estetika dan hiburan yang secara kesulurahan dapat dipahami oleh anak yang berusia 3-12 tahun, dan disampaikan lewat orang yang lebih dewasa disekitarnya atau oleh anak-anak itu sendiri. Karya sastra yang dimaksud bukan hanya yang berbentuk puisi dan prosa, melainkan juga bentuk drama.
 
B. Jenis Karya Sastra Anak
      Framuki (2000) mengemukakan bahwa sastra anak-anak yang bersifat imajinatif dapat dibagi atas tiga macam yakni puisi, prosa, dan drama. Berdasarkan pendapat tersebut sastra anak-anak dapat dibagi atas tiga macam sebagai berikut;
      1. Puisi
      Sudjiman (dalam Nadeak:1985:7) menyatakan bawa “puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Pendapat Mattew Arnold yang melihat dari segi keindahan pendendangannya bahwa  bahwa “puisi adalah satu-satunya cara yang paling indah, impresif dan paling efektif mendendangkan sesuatu” (dalam Situmorang: 1981:9).  Berdasarkan pengertian tersebut dapatlha dikatakan bahwa puisi merupakan karya sastra yang berbentuk untaian  bait demi bait  yang relatif memperhatikan irama dan rima  sehingga sungguh indah dan efektif didendangkan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan bentuk karya sastra lainnya.   Waluyo (1987)  mengklasifikasi  puisi berdasarkan cara penyair mengungkapkan  isi atau gagasan yang hendak disampaikan , terbagi atas: puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif.
      Pada dasarnya puisi anak memiliki karakteristik antara lain (1)bahasanya sederhana, (2)bentuknya naratif, (3)berisi dimensi kehidupan yang bermakna dan dekat dengan dunia anak, dan (4)mengandung unsur bahasa yang indah dengan panduan bunyi pilihan kata dan satuan-satuan makna. 
      2. Prosa
      Surana (1984:105) mengemukakan pengertian  prosa sebagai bentuk karangan sastra dengan bahasa biasa,  bukan puisi, terdiri atas kalimat-kalimat yang jelas pula runtutan pemikirannya, biasanya ditulis satu kalimat setelah yang lain, dalam kelompokkelompok yang merupakan alinea-alinea.  Pengertian prosa fiksi atau narasi  yang digambarkan oleh Aminuddin (2004:66)  Prosa fiksi adalah kisahan atau cerita yang diemban oleh pelakupelaku  tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan  dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita.
      Berdasarkan kedua pengertian di atas  dapatlah kita mengatakan bawa prosa fiksi anak-anak adalah karya sastra yang tidak dibuat atas ragkaian  bait demi bait  tetapi dibuat atas rangkaian  paragraf demi paragraf dengan merangkaikan unsur  unsur seperti tempat, waktu, suasana, kejadian, alur pristiwa, pelaku  berdasarkan tema cerita tertentu yang diperoleh secara imajinatif. 
      Hasyim (1981) mengemukakan  bahwa cerita yang diberikan kepada anak sebagai bahan belajar di Sekolah Dasar hendaknya memiliki ciri sebagai berikut: (a)Bahasa  yang digunakan haruslah sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa  anak.  (b)Isi ceritanya haruslah sesuai dengan tingkat umur dan perhatian anak. (c)Hendaknya jangan diberikan cerita yang bersendikan politik tetapi mengutamakan pendidikan moral dan pembentukan watak.  
      3. Drama
      Surana (1984) memberikan jawaban bahwa “drama adalah karangan prosa atau puisi berupa dialog dan keterangan laku untuk dipertunjukkan di atas pentas.” Pengertian drama yang disampaikan oleh Hermawan (1988:2) bahwa “drama merupakan cerita konflik manusia  dalam bentuk dialog yang diproyeksikan   pada pentas   dengan menggunakan percakapan dan action di hadapan penonton.”  
      Jadi, drama merupakan salah satu  karya sastra yang dipakai sebagai medium pengungkapan gagasan atau perasaan melalui serangkain dialog antarpelaku dan adegan, yang tujuan utamanya  bukan untuk dibacakan secara estetis melainkan untuk dipertunjukkan. 
      Drama anak-anak tidak jauh beda dengan cerita anak-anak, baik dari segi bahasanya, tema, pesannya. Yang berbeda adalah dari segi dialog yang sederhana dan jumlah adegan yang tidak terlalu panjang dan berbelit.
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA 
Smith, Richard J. 1990. Using Poetry to Teach Reading and Language Arts. New York: Teacher College, Columbia University Press. 
Effendi. 1989. Bimbingan Apresasi Puisi. Bandung: Tangga Mustika 
Hasyim. 1981.  Pengajaran Sastra . Jakarta: Depdikbud
https://hanankaruniablog.wordpress.com/2015/12/10/sastra-anak-pengertian-jenisdan-karakteristik-dan/

0 komentar:

Posting Komentar