A. Pengertian Sastra Anak
Sastra anak-anak merupakan karya yang dari segi bahasa memiliki nilai estetis dan dari segi isi mengandung nilai-nilai yang dapat memperkaya pengalaman ruhani bagi kalangan anak-anak. Sastra anak adalah karya sastra yang secara khusus dapat dipahami oleh
anak-anak dan berisi tentang dunia yang akrab dengan anak-anak, yaitu
anak yang berusia antara 3-12 tahun. (Puryanto, 2008 : 2). Dan Pramuki (2000) mengungkapkan bahwa sastra anak-anak adalah karya sastra (prosa, puisi, drama) yang isinya mengenai anak-anak; sesuai kehidupan, kesenangan, sifat-sifat, dan perkembangan anak-anak.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sastra anak adalah karya sastra yang
didalamnya berisi nilai estetika dan hiburan yang secara kesulurahan
dapat dipahami oleh anak yang berusia 3-12 tahun, dan disampaikan lewat
orang yang lebih dewasa disekitarnya atau oleh anak-anak itu sendiri. Karya sastra yang dimaksud bukan hanya yang berbentuk puisi dan prosa, melainkan juga bentuk drama.
B. Jenis Karya Sastra Anak
Framuki (2000) mengemukakan bahwa sastra anak-anak yang bersifat imajinatif dapat dibagi atas tiga macam yakni puisi, prosa, dan drama. Berdasarkan pendapat tersebut sastra anak-anak dapat dibagi atas tiga macam sebagai berikut;
1. Puisi
Sudjiman (dalam Nadeak:1985:7) menyatakan bawa “puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Pendapat Mattew Arnold yang melihat dari segi keindahan pendendangannya bahwa bahwa “puisi adalah satu-satunya cara yang paling indah, impresif dan paling efektif mendendangkan sesuatu” (dalam Situmorang: 1981:9). Berdasarkan pengertian tersebut dapatlha dikatakan bahwa puisi merupakan karya sastra yang berbentuk untaian bait demi bait yang relatif memperhatikan irama dan rima sehingga sungguh indah dan efektif didendangkan dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan bentuk karya sastra lainnya. Waluyo (1987) mengklasifikasi puisi berdasarkan cara penyair mengungkapkan isi atau gagasan yang hendak disampaikan , terbagi atas: puisi naratif, puisi lirik, dan puisi deskriptif.
Pada dasarnya puisi anak memiliki karakteristik antara lain (1)bahasanya sederhana, (2)bentuknya naratif, (3)berisi dimensi kehidupan yang bermakna dan dekat dengan dunia anak, dan (4)mengandung unsur bahasa yang indah dengan panduan bunyi pilihan kata dan satuan-satuan makna.
2. Prosa
Surana (1984:105) mengemukakan pengertian prosa sebagai bentuk karangan sastra dengan bahasa biasa, bukan puisi, terdiri atas kalimat-kalimat yang jelas pula runtutan pemikirannya, biasanya ditulis satu kalimat setelah yang lain, dalam kelompokkelompok yang merupakan alinea-alinea. Pengertian prosa fiksi atau narasi yang digambarkan oleh Aminuddin (2004:66) Prosa fiksi adalah kisahan atau cerita yang diemban oleh pelakupelaku tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita.
Berdasarkan kedua pengertian di atas dapatlah kita mengatakan bawa prosa fiksi anak-anak adalah karya sastra yang tidak dibuat atas ragkaian bait demi bait tetapi dibuat atas rangkaian paragraf demi paragraf dengan merangkaikan unsur unsur seperti tempat, waktu, suasana, kejadian, alur pristiwa, pelaku berdasarkan tema cerita tertentu yang diperoleh secara imajinatif.
Hasyim (1981) mengemukakan bahwa cerita yang diberikan kepada anak sebagai bahan belajar di Sekolah Dasar hendaknya memiliki ciri sebagai berikut: (a)Bahasa yang digunakan haruslah sesuai dengan tingkat perkembangan bahasa anak. (b)Isi ceritanya haruslah sesuai dengan tingkat umur dan perhatian anak. (c)Hendaknya jangan diberikan cerita yang bersendikan politik tetapi mengutamakan pendidikan moral dan pembentukan watak.
3. Drama
Surana (1984) memberikan jawaban bahwa “drama adalah karangan prosa atau puisi berupa dialog dan keterangan laku untuk dipertunjukkan di atas pentas.” Pengertian drama yang disampaikan oleh Hermawan (1988:2) bahwa “drama merupakan cerita konflik manusia dalam bentuk dialog yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action di hadapan penonton.”
Jadi, drama merupakan salah satu karya sastra yang dipakai sebagai medium pengungkapan gagasan atau perasaan melalui serangkain dialog antarpelaku dan adegan, yang tujuan utamanya bukan untuk dibacakan secara estetis melainkan untuk dipertunjukkan.
Drama anak-anak tidak jauh beda dengan cerita anak-anak, baik dari segi bahasanya, tema, pesannya. Yang berbeda adalah dari segi dialog yang sederhana dan jumlah adegan yang tidak terlalu panjang dan berbelit.
DAFTAR PUSTAKA
Smith, Richard J. 1990. Using Poetry to Teach Reading and Language Arts. New York: Teacher College, Columbia University Press.
Effendi. 1989. Bimbingan Apresasi Puisi. Bandung: Tangga Mustika
Hasyim. 1981. Pengajaran Sastra . Jakarta: Depdikbud
https://hanankaruniablog.wordpress.com/2015/12/10/sastra-anak-pengertian-jenisdan-karakteristik-dan/



0 komentar:
Posting Komentar