S Pink Premium Pointer

Rabu, 31 Mei 2017

Membuat Kartun atau Karakter untuk Menjadi Tokoh Pembelajaran

      Jadi di isi blogku kali ini tentang tugas membuat sebuah kartun atau karakter yang nantinya akan menjadi "korban" saat proses belajar-mengajar berlangsung di dalam kelas (doain aja jadi guru, amin ya Allah, hehe). Berikut beberapa karakter yang sempat terpikirkan untuk membuatnya:  


Hello, I'm Shadow
Shadow adalah karakter ketiga dari 3 karakter yang sempat terlintas di pikiran author.  Shadow adalah karakter sejenis monster perempuan (ceritanya) berwarna biru. Tapi Shadow itu monster yang baik, ramah, cantik, kalo gak percaya, liat aja mukanya. Kelihatan kan kalau Shadow itu anak baik-baik.

Next,
Hai, Saya Kani si Kepiting Gunting
Ini dia karakter yang kedua, Kani si Kepiting Gunting. Kani dibuat sebelum Shadow. Kenapa namanya Kani si Kepiting Gunting? Kani adalah bahasa Jepang dari kepiting. "Kenapa pakai bahasa Jepang? kan ini pelajaran Bahasa Indonesia. ihhh, gak cinta Indonesia nih!!" Soalnya dulu di SMA kan jurusannya Bahasa, jadi dapat pelajaran bahasa Jepang, yah cuman campurin bahasa Jepang dikit buat nama aja masa gak boleh, dan itu bukan berarti gak cinta Indonesia. Lanjut ke kepiting gunting, jadi kenapa pilihnya kepiting gunting,liat aja di capitnya kek gunting. Awalnya mau buat capit yang kayak kepiting biasa, tapi nanti dikira Tuan Krab. Tidak hanya itu, capitnya dibuat seperti itu karena buat mudah kalau di suruh buat menjadi boneka.

Hello, aku Nessa
Ini dia, Ganessa atau Nessa, karakter pertama yg pertama dibuat sebelum 2 kartun di atas. Jadi, Nessa dibuat untuk contoh di kelas nantinya. Nessa sengaja dibuat berbentuk anak perempuan pada umumnya agar siswa menjadi menarik. Nessa dibuat dengan mendapat bantuan dari teman SMA author yg kuliah jurusan DKV di Surabaya *thanks koko Ardi*, Berkat dia, author bisa membuat Nessa terlihat lebih unyu dan agak nyata. Emang gambarnya tak terlalu bagus, soalnya sengaja biar percaya. Tapi setelah udah jadi, author mikir "kalau ini disuruh buat jadi boneka, gampang gak yah?". Jadi setelah mikir tadi, akhirnya muncul deh karakter 2 dan 3 di atas.


Q: Kenapa sih buat karakternya banyak?
A: Karena setelah diliat kembali, karakter 1 lebih rumit jika di buat menjadi boneka daripada karakter yang ke 3.

0 komentar:

Posting Komentar